Purwakarta | Fokuslensa.com – Adanya isu tokoh muslim india, yang mengajukan meminta penghapusan 20 ayat di Alquran, karena di anggap tidak asli. Akibatnya timbul banjir kecaman dari berbagai tokoh ulama di India dan mengutuknya, kepada pihak yang mengaku tokoh muslim tersebut.
Untuk itu sebagai tokoh ulama besar dari Kabupaten Purwakarta, KH. Abun Bunyamin, angkat bicara terkait ada nya isu tersebut. Pihaknya mengatakan, itu tandanya muslim bodoh yang tidak tahu tentang islam. “Hal ini akibat mereka tidak pernah belajar kepada ahlinya, atau mungkin pengaruh pembelajaran agama Islam yang hanya di jadikan sebagai pengetahuan, bukan sebagai aqidah (keyakinan)
Semoga di Indonesia terhindar dari orang seperti itu”, tegasnya
Sementara, pihaknya juga menghimbau, agar mempelajari agama Islam harus lebih di dalami dan di analisakan, serta bergurulah ke guru Ahli Sunnah waljamaah, seperti ke Nahdatul Ulama (NU). “Sebab hal itu kelihatannya seperti membuka kembali pada pertentangan sejarah, antara Syiah dan ahli Sunnah Waljamaah. Dimana mereka sangat membeci sekali, kepada kholifah Abu Bakar, Umar dan Ustman”, ujarnya.
“Jadi di Indonesia tidak usah khawatir, karena Syiah masih tiarap alias masih taqiyah. Taqiah artinya, menyembunyikan keyakinannya di depan bukan jamaahnya.
Adapun kaitan dengan orang yang mau menghapus ayat Alquran tersebut, adalah orang yang murtad harus di syahadat kan kembali”, tegas nya KH. Abun Bunyamin.( Tedi)