PURWAKARTA – Fokuslensa.com – Ribuan warga Kecamatan Campaka “menjerit” tidak mendapat bantuan dampak covid 19. Sebab, bantuan dari pemerintah pusat terbatas anggarannya, provinsi tidak bisa diandalkan, dan pemkab tidak bisa berbuat banyak.
Pantauan Media Fokuslensa.com dalam pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang berasal dari dana desa, Rabu-Kamis (29-30/4/2020) di Kecamatan Campaka, banyak warga yang tidak mendapat bantuan.
Seperti contoh, Desa Benteng hanya membagikan BLT ke 138 dari 600 KK yang membutuhkan. Begitu pula Desa Cikumpay. Dari ratusan KK yang membutuhkan bantuan dampak covid 19, hanya 137 KK dapat bantuan. Desa Campaka, dari 450 KK hanya 155 KK mendapatkan bantuan.
Pada pembagian BLT tersebut, ribuan warga di 10 desa di Kecamatan Campaka “menjerit”. Mereka berharap, Pemkab Purwakarta pro aktif dan sigap menanggapi masalah “perut” warga Campaka. Kades Desa Benteng, Mamat mengakui banyak KK tidak dapat bantuan dampak covid 19.
“Anggaran dana desa terbatas, sehingga tidak cukup untuk semua KK. Kami juga belum tahu jumlah realisasi dari pemkab. Sedangkan bantuan provinsi, dari ratusan pengajuan kami tidak mendapatkan sama sekali,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Camat Campaka, Ade Sumarna. Bantuan pemerintah pusat tidak mampu menampung ribuan warga yang membutuhkan bantuan dampak covid 19.
“Bantuan dari Pemkab Purwakarta sendiri hanya untuk 479 KK. Dan itupun dibagi untuk 10 desa. Kami mengharapkan bantuan tambahan dari kementrian sosial dan lainnya,ke tidak adilan jelas terlihat disini hanya orang-orang tertentu yang mendaptkan bantuan tersebut.
coba bayangkan masyarakat bayak yang dijadikan penonton kayak sedang berlangsung permainan sepak bola melihat dan menonton saja.
( Tedi )