Nias Barat – fokuslensa.com – Fonaha Waruwu, salah seorang warga Desa Ononamōlō II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, menuturkan Kepada fokuslensa.com bobroknya pembangunan Desanya pada Tahun 2020 lalu, Senin (16/05/2022)
Pelaksanaan pembangunan beberapa ruas jalan di Desa Ononamōlō II, Kecamatan Mandrehe Utara pada tahun 2020 lalu belum terlaksana, pasalnya 650 Kubik batu yang telah disediakan oleh kami masyarakat Desa Ononamōlō II belum dibayarkan hingga hari ini, ucap Fonaha Waruwu.
Fonaha menambahkan bahwa, Kepala Desa Ononamōlō II saat itu di jabat oleh Yunus Waruwu, ucap Fonaso sembari mengharapkan Kepada Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu turun tangan untuk memberikan penegasan atas pelaksanaan APBDes Desa Ononamōlō II, Kecamatan Mandrehe Utara Tahun 2020 yang belum terlaksana alias fiktif.
“DD/ADD tahun 2020 Desa Ononamōlō II, Kecamatan Mandrehe Utara, hanya menyisakan derita kepada kami sebagai masyarakat kami mohon agar Bapak Bupati Khenoki Waruwu turun tangan untuk memberikan penegasan atas masalah ini”, ucap Fonaha.
Di tempat terpisah, Edison Waruwu selaku ketua TPK pada pelaksanaan pembangunan fisik pada APBDes tahun 2020 Desa Ononamōlō II Kecamatan Mandrehe Utara, membenarkan bahwa sebanyak 650 kubik batu yang telah disediakan oleh masyarakat pada pembangunan fisik belum dibayarkan oleh pemerintah Desa saat itu, yakni Yunus Waruwu sebagai Kepala Desa dan Fa’ahakhōdōdō Waruwu sebagai Bendahara.
Ditanya soal tidak terbayarkan nya biaya batu sebanyak 650 kubik, Edison tidak tahu menahu alasan pasti dari Kades saat itu, Jelasnya.
Sementara itu, Guribano Waruwu, Ketua BPD Desa Ononamōlō II, Kecamatan Mandrehe Utara membenarkan bahwa pelaksanaan APBDes Tahun 2020 belum terlaksana dengan baik, patut di duga adanya kerugian negara.
Guribano Waruwu menegaskan bahwa Yunus Waruwu sebagai Kepala Desa saat itu merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas tidak terlaksana nya APBDes tahun 2020 Desa Ononamōlō II ini, tegasnya.
Masih kata Guribano Waruwu, kiranya Inspektorat Daerah Kabupaten Nias Barat beserta Dinas terkait tanggap dan tidak tinggal diam terhadap masalah ini. Ini keuangan negara lho…, harus ada penegasan dari pihak atas, tegas Guribano sembari mengakhiri pembicaraannya. (Denius)