Palembang – Fokuslensa.com – Made Sriseluke warga desa talang taling kecamatan gelumbang , kabupaten muaraenim mendatangi SPKT polda sumatera selatan 21/10/2020 melaporkan kasus yang menimpa nya,.made Sriseluke Didampingi beberapa rekan awak media dari kecamatan gelumbang kabupaten muaraenim Sumsel dan sampai Di SPKT Polda Sumsel pada hari selasa 20/10/2020 sekira pukul 14,30wib sore hari, anggota spkt Polda Sumsel melihat keadaan dari pisik badan sriseluke yang tidak memungkinkan karena kondisi pisik akibat lebam bengkak di bagian muka dan mata nggak bisa duduk terlalu lama ,begitu juga berdiri .
Dari pengakuan korban sriseluke dengan dihadapan anggota SPKT polda Sumsel dan dihadapan awak media,.sriseluke atau yang sering dipanggil made
“yang dirasakan nya mual mau muntah dan pusing, sempoyongan.
“melihat beberapa bagian anggota tubuh daripada korban dari muka dan pelipis mata Sriseluke selaku korban matanya bengkak/lebam dan membiru kehitam hitaman ,bagian kedua biji matanya merah ,.penglihatan yang dirasakan nya kabur kabur ,pinggang sakit.kepala bagian belakang nya sakit ,apalagi paswaktu diajak komunikasi sangat terasa sakit,.(Aku kalau ngomong sakit mentak dikuping dan dibagian kepala belakang aku ) ucapan (korban made sriseluke) dihadapan SPKT piket polda dan dihadapan awak media 20/10/2020.
Angggota piket spkt Polda Sumsel pada saat itu mengarahkan korban untuk menghadap dibagian kriminal umum (krimum),. Setelah sesampai di krimum polda Sumsel melihat ke adaan korban sriseluke yang sangat memperihatin , pada sore hari selasa belum bisa diajak berkomunikasi karena luka lebam yang dialaminya.
“anggota krimum tidak bisa untuk memproses pengaduan made sriseluke selaku korban,karena melihat kondisi pisik koban sangat memprihatinkan dan harus dilakukan perawatan akibat beberapa luka lebam yang dideritanya.
Sriseluke ditemani saudaranya(adik kandung dari korban sriseluke ) dibantu oleh beberapa rekan awak media dan satu orang LSM dari gelumbang sumatera selatan,. pada sore hari Selasa dari ruangan kiriminal umum (krimum Polda Sumsel ) untuk memutuskan dibawa kerumah sakit Bhayangkara palembang , karena keadaan kesehatan korban semakin memburuk, ahir nya adik korban yang menemani nya dan rekan-rekan awak media untuk Membawa korban kerumah sakit Bhayangkara, sesampai di rumah sakit di ruang UGD ,sriseluke (korban) dilakukan perawatan ditindak lanjut oleh perwat UGD rumah sakit Bhayangkara ,dan disarankan kan oleh perawat rumah sakit bagian UGD rumah sakit Bhayangkara harus dilakukan rensen (rekam badan bagian anggota tubuh nya yang lebam/bengkak ,sakit yang dirasakan korban) yang diduga luka dalam oleh benda tumpul dan dirawat inap .,
Ke esokan hari nya ,hari ini korban made sriseluke memutuskan untuk pulang dari rumah sakit, yang kebetulan istri korban made sriseluke datang dari gelumbang untuk mengganti kan adek kandung koban ,dikarnakan adik kandung korban mau pulang ke Gelumbang Muaraenim.
Sekira lebih kurang jam 10 ,30 wib siang hari ini ,hari selasa korban keluar dari rumah sakit Bhayangkara palembang , korban sriseluke didampingi istri nya langsung menuju Polda Sumsel untuk melanjutkan membuat laporan SPKT polda Sumsel , laporan korban made sriluke sudah ditrima anggota piket spkt polda Sumsel.
Made sriseluke (korban) memaparkan dengan awak media, bahwa diri nya ber profesi wartawan di media sorot news cetak dan online.
Seperti berita yang telah piral dibeberapa media online dan dikutip dari media online kabar daerah.com
“Kejadian naas yang menimpa salah seorang rekan wartawan dari media Sorot News, Made Sriseluke (50), yang diduga menjadi korban penganiayayan oleh sejumblah preman,.yang diduga korban pelaku pengroyokan terhadap diri nya dilakukan oleh diduga Oknum pegawai Samsat kabupaten ogan ilir.
Peristiwa tersebut terjadi di terminal Ogan Ilir, pada Senin malam, (19/10/20), sekitar pukul 19.30 Wib, berawal saat Made Sriseluke (korban, red) menumpang beristirahat disamping sebuah pos penjagaan Dishub, tepatnya di terminal timbangan 32, Ogan Ilir.
Dari kejadian ini, menyebabkan korban yang akrab dipanggil Made ini mengalami luka lebam pada bagian pelupuk mata dan memar di kepala bagian belakang. Akibatnya, MS harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, pada hari Selasa,(20/10/20).
Menurut keterangan Made, ketika ditemui di ruang perawatan RS. Bhayangkara Palembang mengatakan, kejadian berawal saat para pelaku diantaranya SP dan MZ yang diketahui adalah oknum pegawai Samsat, beserta 4 orang temannya tiba-tiba datang dan memanggil dirinya dengan alasan ingin berbincang-bincang segera kembalikan uang sebesar 4 juta rupiah dikbalikan malam ini juga,lalu saya sampaikan kapan saya pinjam uang dan kapan kamu menitipkan uang dan malam it saya tidak punya uang, ungkap made.
“Namun saat itu, salah seorang temannya malah langsung meyiram mata saya dengan serbuk cabe yang dicampur pasir. Hingga membuat mata saya tidak bisa melihat dan terasa sangat pedih, dalam keadaan itu mereka langsung memukuli saya beramai-ramai, lalu kemudian merampas tas juga handphone saya ,”ungkap Made.
Dijelaskannya, setelah dirinya dikeroyok beramai-ramai, para pelaku membawanya ke suatu tempat yang saya sendiri tidak tau, hinga saya dipaksa menandatangani sepucuk Surat entah apa isi nya Karna kondisi Mata Saya tidak bisa melihat dan membaca nya.Terang MS.
Hal senada juga Di sampai kan Istri korban, merasa tidak senang atas tindakan arogansi oleh SP, MZ dan 4 orang temannya, dan kami minta kepada penegak hukum nantinya menghukum sesui ketentuan hukum yang berlaku, terang istri korban.
Mengenai kabar tersebut, Saripudin Ranex selaku pimpinan redaksi(Pimred)Media online dan cetak Sorot News, Saripudin pun membenarkan perihal pengeroyokan yang dialami wartawannya di Kabupaten Ogan Ilir(Oi)tersebut. Saat dikonfirmasi melalui Via telepone seluler Rabu,21/10.
Meskipun demikian, Saripudin menyampaikan, apapun permasalahannya, pihaknya tetap menyerahkan kepada pihak kepolisian mengenai penanganan kasus ini.
Mulyadi melalui media ini,.sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa sriseluke oknum wartawan yang diduga diamuk oleh sejumblah preman di terminal timbangan 32 ogan ilir.
Apapun permasalahan bisa diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan, bila memang sudah patal sesuai negara kita negara hukum , bisa menempuh jalur hukum.
“Saya berharap sesuai Harapan kami dari pada rekan rekan awak media dipalembang Sumatera Selatan dan sekitar kasus yang dialami oleh rekan kami sriseluke panggilan sehari hari made.
“Saya bersama rekan rekan seprofesi wartawan/awak media meminta dengan hormat kepada jajaran polda Sumsel menindak lanjut dan menangkap pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan sriseluke oknum wartawan sorot news cetak dan online dibeberapa bagian anggota tubuhnya lebam lebam,bengkak ,membiru yang diakibat diduga terkena benda tumpul dan matanya disiram pasir campur gilingan cabe (ahir ucapan korban made sriseluke) hari ini 21/10/2020 dihadapan petugas piket spkt dan di hadapan anggota piket krimum polda Sumsel dan dihadapan media ini.
(Myd).