JAKARTA – FOKUSLENSA.COM – Sebuah perusahaan berkedok penyalur tenaga kerja di berbagai bidang yang ada di wilayah jalan teratai putih raya nomor 1A /14C RT 02/04 Malaka sari kecamatan duren sawit jakarta timur sangat meresahkan para pencari kerja khususnya para lulusan yang baru saja lulus, Senin,27/5/2024.
Diketahui dari beberapa narasumber bahwa saat mereka menerima panggilan interview via pesan WhatsApp para pencari kerja tersebut segera mendatangi lokasi dimana mereka mendapatkan alamat dari salah satu oknum perusahaan penyalur tersebut.
Ketika sampai di lokasi kantor penyalur salah satu narasumber mengikuti arahan dari salah satu pegawai di tempat itu untuk dipersilahkan masuk dan langsung diarahkan ke bagian rekrutmen karyawan. ” Saya diminta mengisi buku tamu oleh mba penjaga yang ada diruang lantai dasar dan disuruh untuk menulis nama nomor kontak kemudian tujuan bertemu dengan salah satu yang akan melakukan interview, dan ternyata saat saya lihat di buku tersebut nama bagian yang melakukan interview itu berbeda beda, ” Ujar salah seorang calon pelamar yang enggan disebut namanya itu.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya datang seorang pria muda masuk keruangan dimana para calon pelamar menunggu dan kemudian memanggil nama salah satu pelamar untuk diminta naik kelantai atas guna mengikuti interview.
Saat menaiki lantai atas si pelamar tersebut memperhatikan banyaknya ruangan yang ternyata banyak sekali calon pelamar sedang di interview oleh masing-masing oknum pegawai perusahaan berkedok penyalur tersebut.
Berbagai pertanyaan pun sempat di lontarkan ke calon pelamar sampai akhirnya keluar ucapan manis yang keluar dari sang oknum yang menginterview. Mulai dari gaji, uang lembur, uang insentive, dll namun kecurigaan mulai timbul di hati calon pelamar tersebut saat yang bersangkutan diminta sejumlah uang, namun sayang karena kepiawaian si penginterview akhirnya calon pelamar tersebut mau memberikan sejumlah uang kepada pihak perusahaan berkedok penyalur tersebut.
Selesai interview dan ketika sudah di luar kantor tersebut, dirinya menceritakan telah memberikan sejumlah uang sebesar 350 rb dan ternyata bukan hanya dia yang berhasil ditipu sejumlah calon pelamar lainya pun menjadi korban bahkan ada yang mencapai di angka Rp 1,3 kepada pihak perusahaan tersebut, dengan dijanjikan akan disalurkan ke beberapa rekanan perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan berkedok penyalur itu.
Ketika awak media mencoba mencari tahu akhirnya salah satu calon pelamar tadi setelah memberikan informasi dan diberi arahan untuk segera meminta uangnya kembali calon pelamar mencoba untuk kembali masuk ke kantor tersebut untuk meminta kembali uangnya namun dari total yang diberikan sebesar Rp 350 ribu ternyata hanya dikembalikan sejumlah Rp 50 rb saja dengan mengatakan nanti sisanya akanya di transfer selama beberapa hari kedepan, ” tutur calon pelamar.
Dalam hal ini pihak APH diminta segera melakukan tindakan tegas kepada perusahaan berkedok penyalur tenaga kerja dan kepada para oknum pegawai nakal yang ada di perusahaan itu dengan meminta sejumlah uang yang bervariatif kepada para calon pelamar karena mengingat sudah banyak jatuh korban.
Saat awak media menelusuri lebih jauh ternyata benar adanya dugaan tindak penipuan terbukti hampir setiap calon pelamar yang datang saat interview diminta sejumlah uang oleh pihak penyalur.
( Andi )