Purwakarta | Fokuslensa.com – DPC PROJO Kabupaten Purwakarta mengingatkan untuk tidak sembarang menuduh bahwa lingkaran Istana terlibat dalam rencana “Kudeta” Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.
“Tuduhan ini sangat prematur dan hanya membuat gaduh,” tegas Ketua PROJO Kabupaten Purwakarta Asep Burhana dalam keterangan persnya, Selasa (2/2) sore, di Purwakarta.
Jika AHY merasa ada gejolak politik yang mengancam kepemimpinannya di Partai Demokrat, mestinya melakukan introspeksi. Dan menempuh pranata konstitusi partai serta langkah politik secara internal. Namun jika tidak pede dengan kemampuannya, jangan cengeng lantas lagi – lagi mengkambing hitamkan istana.
Menurut Asep saat ini Presiden Jokowi beserta jajarannya tengah berjuang agar wabah covid 19 yang makin mengganas segera dapat teratasi. ”Mestinya turut memberikan solusi apalagi demokrat cukup berpengalaman selama kurang lebih sepuluh tahun pernah memimpin negeri Ini, ” ujarnya.
Selain itu tambah Asep, Kepala KSP Jenderal (Purn) Moeldoko telah melakukan klarifikasi dan membantah semua tuduhan yang dialamatkan pada dirinya. Sebagai mantan Jenderal dirinya terbuka kepada siapa saja yang datang bertamu kerumahnya, berdiskusi dan mendengarkan segala macam keluhan dan masukan dari berbagai kalangan masyarakat. “Sudah terang benderang, semalam pak Moeldoko menjelaskan semuanya ke media,” pungkasnya.
Jendral (Purn) Moeldoko adalah mantan Panglima TNI yang kini menjabat sebagai Kepala KSP, Ketua Umum HKTI, dan juga sebagai Dewan Pembina Ormas PROJO bersama bapak Jokowi.
( Tedi Ronal )